Regional, CIAMIS, Sakata.id:- Anggota DPR Komisi IV, Ir. H. Herry Dermawan meninjau panen padi di sawah garapan Kelompok Tani Gunungsari 1, Kecamatan Sadananya Kab. Ciamis Jawa Barat, Minggu (7/9/2025).
Sejumlah petani nampak sibuk merontok padi secara manual, dan menjemurnya.
Ketua Kelompok Tani Gunungsari 1 Hidayat menyebut, padi yang mereka panen adalah jenis lokal varietas Mawar.
Satu dapuran padi tersapat 15 tangkai dan setiap tangkai terdiri tediri jadi 200 butir gabah. Jadi satu dapuran padi menghasikalan 3000 butir gabah.
“Varietas padi yang kita tanam sesuai hasil musyawarah di kelompok,” kata Dayat.
Namun kata Dayat, petani di sana lebih banyak menyimpan hasil panen padi untuk kebutuhan rumah tangga ketimbang menjualnya.
” Tidak semua hasil panen dijual, lebih banyak disimpan dan dibagikan ke anak cucu, sisanya baru dijual untuk modal tanam lagi,” kata Hidayat.
Di areal pesawahan Gunungsari tanaman padi bisa panen tiga kali dalam satu tahun. Suplay air di dana sangat baik, hanya irigasi cacing sepanjang 500 meter perlu perbaikan.

Selepas meninjau kegiatan pemanenan, Herry kemudian membangun kebersamaan yang bersahabat dengan petani, makan siang ala makan petani. Duduk beralas terpal diatas jerami kering, dipetak sawah yang telah dipanen.
Herry nampak menikmati nasi liwet dengan menu ikan jaer goreng, petai, sambal terasi.
Selesai meninjau panen padi, Herry melanjutkan tinjauan ke Rumah Bibit Kelompok Wanita Tani (KWT) Purbasari Desa Gunungsari.
Rumah Bibit tersebut telah ada selama lebih dari dua tahun. Terdapat banyak bibit di sana, bibit saledri, sawi, terong, tomat, pagoda, cabe, dan lain-lain.
Bibit dari rumah bibit tersebut dibagikan kepada anggota KWT untuk ditanam dengan memanfaatkan pekarangan rumah yang kosong.
“Tapi banyak juga warga yang sengaja datang untuk membeli bibit,” kata Ketua KWT Purbasari Romlah.
Anggota Anggota Komisi IV DPR Ir. H. Herry Dermawan mengatakan ketahanan pangan nasional mulai dari ketahanan pangan keluarga.

“Tadi petani padi, menyatakan dari hasil panen, sebagian dijual sebagian untuk stok pangan keluarga. Juga yang KWT, luar biasa ibu-ibu ini, beragam bibit ada di rumah bibit itu, dan bisa ditanam di pekarangan rumah,” kata Herry.
Herry mengatakan dari target yang besar jangan lupa hal-hal kecil. “Seperti untuk menstabilkan ketanahan pangan nasional jita jangan lupa memastikan ketahanan pangan keluarga aman,” kata dia.
Herry membarikan bantuan tunai untuk belanja bibit dan peralatan penyemaian Rumah Bibit.**

