Edi Rusyana Terpilih Menjadi Ketua PGRI Ciamis 2025-2030, Ini Bukan Kemenangan Pribadi

PANGANDARAN, Sakata.id:- Semula tujuh nama terdaftar menjadi kontestan sebagai bakal calon ketua di Konferensi Kabupaten PGRI Ciamis. Namun lima orang mengundurkan diri, setelah lima calon mundur tinggal Edi Rusyana berhadapan dengan Aris Gunanto secara head to head.

Apih sebutan Edi, yang memiliki pengalaman struktural di organisasi, menjadikannya lebih dikenal.

Ini dibuktikan dengan hasil suara pemilihan, dari total hak pilih 723 Edi mengantongi 407 suara dan Aris 316 suara. Pada Konferensi PGRI Kab. Ciamis Periode XXII di Hotel Sinar Rahayu, Pangandaran, Senin (30/6/2025).

Pemungutan suara berlangsung tertib dan aman, tanpa suara tidak sah. Usai pemilihan F1, selanjutnya dilakukan pemilihan posisi F2 untuk Wakil Ketua dan Sekretaris.

Hasil dari pemilihan F2 sebagia berikut;
Wakil Ketua I Aris Gunanto ( SMP ), Wakil Ketua II Nanang Budiawan ( SMP ), Wakil Ketua III Iwa Rustiawan ( SD ), dan Sekretaris Saripudin (SD).

Terpilih sebagai ketua, Apih Edi menyadari bahwa tidak semua suara diberikan kepadanya. Dia menyebut kemenangannya bukan sebagai kemenangan pribadi.

” Saya pelayan bagi seluruh anggota. Yang memilih atau tidak, semua adalah guru yang saya hormati, saya dengar aspirasinya saya perjuangkan haknya,” kata dia.

Edi mengingatkan tentang pentingnya menjaga keutuhan organisasi pasca konferensi. Setelah menjadi pengurus, bukan saja sebagai pengurus tetapi sebagai keluarga besar, yang bertujuan menjaga marwah profesi guru, meningkatkan kualitas dan kesejahteraan guru.

PGRI harus menjadi satu kekuatan yang utuh dengan solidnya seluruh pengurus dan anggota.

Acara konferensi tersebut dihadiri dan dibuka oleh Bupati Ciamis H. Herdiat Sunarya.

Bupati berpesan, PGRI agar memiliki tujuan organisasi yang jelas. “Meningkatkan kesejahteraan guru dan kualitas guru,” kata bupati.

Herdiat mengatakan, PGRI adalah organisasi profesi terbesar, karena itu dia juga berpesan agar bisa menjaga marwah PGRI sebagai organisasi guru dan marwah guru sebagai profesi.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *