CIAMIS, Sakata.id:- Pelajar SMPN 1 Cimaragas Kabupaten Ciamis Jawa Barat, merayakan kelulusan dengan sederhana. Sekolah tidak menggelar samenan atau wisuda.
Mereka datang ke sekolah lalu mendengarikan pengumuman, lalu mereka berkumpul di halaman upacara dan menerbangan beberapa merpati. Setelah itu berkeliling bermushofahah kepada dewan guru.
“Sangat sederhana, kami hanya melepas merpati sebagai simbol. Meski terbang tinggi merpati akan kembali ke asal dia terbang,” kata salah seorang lulusan SMPN 1 Cimargas Fitri Novitasari.
Kata Fitri sangat berbeda dengan tahun sebelum nya, dimana dia bersama teman – teman di OSIS disibukan dengan berbagai persiapan acara perpisahan.
“Waktu itu kami ikut repot, sekarang pas kami yang kelulusan tidak begitu merepotkan. Bahkan tidak perlu ke salon,” kata dia.
Sederhana namun bermakna dan haru, orangtua yang hadir memeluk anak-anaknya yang diumumkan lulus SMP.
Kepala SMPN 1 Cimaragas Yudi Nugraha, S.Pd., mengatakan tahun ini kelulusan tidak dibarengi kegiatan wisuda. Kegiatan diisi dengan sukuran sungkem pada orangtua di ruang kelas, dan berkumpul di halaman sekolah itupun inisiatif siswa.
“Kami ikuti Surat Edaran Gubernur Jawa Barat. Nah kalau tadi ada pemberian kepada siswa yang ditinggal kepada adik kelasnya itu insiatif anak-anak, yang dikumpulkan dari uang jajan mereka, kami bahkan tidak tahu sama sekali, tadi ada kejutan seperti itu, ” kata Yudi.
Dikatan Yudi tahun 2025 ada sebanyak 174 siswa lulusan SMPN 1 Cimaragas, dan terkonfirmasi akan melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya baik SMA, SMK, maupun MA.
” Jadi Alhamdulillah 100% lulusan akan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, baik SMA, SMK, maupun Aliyah,” kata Yudi.**

