Regiinal, CIAMIS: Maraknya kasus keracunan makanan yang dikaitkan dengan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah wilayah mendorong Pusat Kajian Hukum Universitas Galuh (Unigal) Ciamis untuk menggalakkan langkah preventif.
Hendra Soekarman, Direktur Pusat Kajian Hukum Unigal, menyerukan pentingnya penerapan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi dapur penyedia MBG untuk menjamin keamanan pangan.
Hendra menjelaskan bahwa meskipun Kabupaten Ciamis belum mencatatkan kasus keracunan terkait MBG, kewaspadaan harus tetap ditingkatkan.
Ia mengungkapkan bahwa saat ini hanya sedikit dapur di Ciamis yang telah mengantongi SLHS.
“Berdasarkan informasi, hanya dapur RSUD Ciamis dan dapur Lapas Kelas IIB Ciamis yang sudah memiliki Sertifikat Higienis untuk dapur MBG,” ungkap Hendra pada Jumat (29/8/2025).
Menurutnya, SLHS bukan sekadar dokumen formal, melainkan prasyarat penting yang mencakup pelatihan kebersihan bagi pengelola dapur.
Untuk itu, ia mendesak Dinas Kesehatan Ciamis agar menggelar pelatihan serta bimbingan teknis (bimtek) guna meningkatkan pemahaman tentang standar higienitas.
Ia menegaskan, pelatihan ini penting untuk memastikan proses pengelolaan makanan, mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, hingga penanganan limbah, memenuhi standar keamanan pangan.
Lebih lanjut, Hendra menekankan bahwa Sertifikat Higienis untuk dapur MBG tidak hanya menjamin keamanan makanan, tetapi juga memberikan perlindungan hukum bagi konsumen.
Dengan standar yang jelas, potensi konflik akibat insiden seperti keracunan pangan atau masalah gizi dapat ditekan.
“SLHS adalah jaminan bahwa dapur beroperasi dengan higienis, sehingga konsumen merasa aman dan terlindungi,” ujarnya.
Hendra juga mendorong kerja sama antara pemerintah daerah, pelaku usaha kuliner, dan institusi terkait untuk memperluas kepemilikan SLHS.
Ia menilai, langkah ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem pangan yang lebih aman dan terpercaya di Ciamis.

